
Penulis: Simon Winchester
Penerjemah: Bern Hidayat
Penerbit: Serambi
Beli di: GM Merdeka, Bandung
Membalik halaman membuat saya merasa pintar. Tapi jangan tanya kata-kata apa saja yang sudah saya baca dari setiap peristilahan baru baik di dalam maupun pembuka bab. Yang saya ingat hanya ‘lunatic’. Jika diperhatikan, setiap diksi baru ada relevansinya dengan isi cerita dalam bab bersangkutan.
Daya tarik utama TPATM adalah perjalanan penggarapan kamus itu sendiri. Bagaimana James Murray meninggalkan pekerjaannya sebagai dosen dan terkurung memilah daftar kata di Scriptorium yang sama sekali tak seperti lab mentereng nan rapi jali, kerja keras Wiliam Minor dalam selnya yang ternyata menghidupkan semangat dan rasa berarti selama menjalani tahun-tahun penuh kesepian, tentu saja termasuk kepedihan sang mantan perwira tatkala kolega terbaiknya itu meninggal dunia.
Saya melompati bagian paling sadis, yaitu ketika Minor mengiris alat vitalnya sendiri. Ia sudah mengalami klimaks derita dan tekanan seiring dengan merambatnya usia, hingga akhirnya berpulang dalam suasana sunyi tanpa kehadiran kerabat manapun. Kesintingan Minor sendiri tidak menemukan jawaban pasti, selain dugaan genetis karena konon dua anggota keluarganya juga mengalami ‘penyakit’ serupa.
Saya sangat puas membeli buku yang diperoleh dari resensi majalah Hai ini. Setiap kali tergoda untuk mengeluh menghadapi naskah suntingan, saya teringat pada banting tulang tim Murray dan Minor sebelum menghasilkan sebuah pedoman bahasa Inggris berkualitas selama bertahun-tahun. Kerja linguistik sungguh mengasyikkan.
Download Here
You are Here: Home > Profesor And The Madman
19.5.10
Profesor And The Madman
Labels: The best Book











0 comments:
Post a Comment