
Dilahirkan di Medan, Chairil Anwar merupakan anak tunggal. Ayahnya bernama Toeloes, mantan bupati Indragiri Riau, berasal dari nagari Taeh Baruah, Limapuluh Kota, Sumatra Barat. Sedangkan dari pihak ibunya, Saleha yang berasal dari nagari Situjuh, Limapuluh Kota [1] dia masih punya pertalian keluarga dengan Sutan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Indonesia. [2]
Chairil masuk sekolah Holland Indische school (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu penjajah Belanda. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs, sekolah menengah pertama belanda, tetapi dia keluar sebelum lulus. Dia mulai untuk menulis sebagai seorang remaja tetapi tak satupun puisi awalnya yang ditemukan.
Pada usia sembilan belas tahun, setelah perceraian orang-tuanya, Chairil pindah dengan ibunya ke Jakarta di mana dia berkenalan dengan dunia sastera. Meskipun pendidikannya tak selesai, Chairil menguasai bahasa Inggris, bahasa Belanda dan bahasa Jerman, dan dia mengisi jam-jamnya dengan membaca karya-karya pengarang internasional ternama, seperti: Rainer M. Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron. Penulis-penulis ini sangat mempengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung mempengaruhi puisi tatanan kesusasteraan Indonesia.
HAMPA
AKU
AKU BERADA KEMBALI
DIPONEGORO
DENGAN MIRAT
MAJU
DOA
DERAI DERAI CEMARA
KARAWANG BEKASI
CINTAKU JAUH DI PULAU
PENERIMAAN
MALAM DI PEGUNUNGAN
NISAN
PRAJURIT JAGA MALAM
RUMAHKU
MALAM
SAJAK PUTIH
SELAMAT TINGGAL
MIRAT MUDA CHAIRIL MUDA
PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO
TJERITA BUAT DIEN TAMAELA
YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS
SENJA DI PELABUHAN KECIL
You are Here: Home > Puisi Chairil Anwar
19.5.10
Puisi Chairil Anwar
Labels: Puisi dan Sastra











0 comments:
Post a Comment